Banyak ritel
online atau toko
online yang menawarkan
free shipping atau kadang disebut juga sebagai
�Gratis Ongkos Kirim� kepada pelanggannya untuk berusaha menarik perhatian agar mereka mau membeli di toko
online tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, sekarang ini banyak orang yang lebih memilih untuk membeli barang di toko
online yang menawarkan gratis ongkos kirim atau
free shipping.
Anda sebagai seorang
entrepreneur mungkin saat ini sedang menerapkan layanan
free shipping tersebut atau malah baru ingin berniat melakukannya di toko
online anda.
Tapi sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya anda memperhatikan 5 kesalahan yang perlu anda hindari saat menawarkan
free shipping di toko
online anda. Berikut adalah 5 kesalahan tersebut.
1. Menganggap free ongkir sebagai promosi utama di toko online Anda.
Free ongkir mungkin dapat menjadi cara terbaik Anda untuk mendapatkan pelanggan. Tetapi, Anda harus ingat, promosi lainnya juga penting dan dapat membantu bisnis Anda untuk berkembang.
David Kravetz,
co-founder dari
Fairytale Brownies asal Phoenix, Amerika Serikat yang menjual kue dan roti lewat toko
online, telah menawarkan sistem
free ongkir sejak tahun 2005, namun 2 tahun kemudian dia memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen.
Kravetz menawarkan 2 promosi berbeda kepada pelanggannya, dimana mereka dapat memilih diskon 20% dari pembeliannya atau
free ongkir. Hasilnya sungguh mengejutkan, pelanggan yang memilih diskon ternyata lebih besar 2 kali lipat dibanding dengan yang memilih
free ongkir.
Dari hasil tersebut, Kravetz menemukan bahwa sebenarnya pelanggan lebih menginginkan promosi yang dapat mengemat kantongnya dibanding hanya sekedar ongkos kirim yang gratis. Jadi jangan pernah membuat
free ongkir sebagai promosi utama Anda, apalagi promosi satu-satunya yang anda terapkan di toko
online Anda.
2. Menerapkan free ongkir untuk semua pembelian yang dilakukan pelanggan.
Orang-orang yang baru mendirikan sebuah bisnis kecil dan membuka toko
online kadang membuat sebuah kesalahan besar. Kesalahan tersebut adalah mereka menawarkan pembebasan ongkos kirim kepada semua pembelian yang dilakukan pelanggannya, walaupun pelanggannya membeli dalam jumlah yang sangat kecil.
Solusi untuk mengatasi ini adalah pastikan anda membuat sebuah penawaran terbatas untuk layanan
free ongkir, misalnya membuat batas waktu dari
free ongkir tersebut ataupun menetapkan batas berapa banyak pembelian agar pelanggan tersebut dapat menikmati
free ongkir di toko
online anda.
Misalnya dengan menawarkan jika pelanggan membeli barang dengan total lebih dari Rp 50.000,- maka dia berhak mendapatkan gratis ongkos kirim.
3. Membuat batas pembelian minimum yang terlalu tinggi.
Ini merupakan kelanjutan dari poin ke-2, dimana Anda telah menetapkan batas pembelian minimum di toko
online anda agar para pembeli dapat menikmati layanan
free ongkir. Pastikan batas tersebut normal dan tidak terlalu tinggi bagi pelanggan Anda.
Seorang konsultan
e-commerce,
John Lawson menyarankan agar anda menetapkan batas pembelian minimum tersebut berdasarkan rata-rata nilai pembelian yang pelanggan Anda lakukan di toko
online Anda, dan buat batas tersebut 10%-15% lebih tinggi dibanding rata-rata nilai pembelian.
Contohnya, jika order rata-rata yang dibuat oleh pelanggan Anda adalah sebesar Rp 250.000,-. Anda sebaiknya membuat batas pembelian minimum sebesar Rp 275.000,-. Batas ini akan meningkatkan pemasukan toko
online Anda, karena para pelanggan tentunya akan menambah barang pembelian mereka agar mereka bisa mendapat layanan gratis ongkos kirim.
Jangan pernah menetapkan batas minimum pembelian yang tidak masuk akal, misalnya Rp 1.000.000,-, padahal rata-rata penjualan Anda hanya sebesar Rp 100.000,-.
4. Menjadikan free ongkir sebagai alat marketing utama.
Para pemilik toko
online kadang terlalu memperlihatkan �Gratis Ongkos Kirim� dalam menjual produk mereka.
Free ongkir memang disarankan untuk dicantumkan di halaman utama toko
online Anda, tapi jangan terlalu berlebihan.
Ingat, Anda menjual produk bukan menjual
free ongkir, jadi jangan terlalu memperlihatkan
free ongkir sebagai alat
marketing di toko
online Anda. Tonjolkan kualitas dari produk Anda, karena Anda memang menjual produk di dalam toko
online tersebut. Jadikan
free ongkirsebagai nilai tambah, bukan sebagai alat utama.
5. Lupa mengingatkan pelanggan Anda berapa banyak yang telah mereka hemat saat membeli.
Saat Anda telah meluncurkan layanan
free shipping, pastikan Anda membuat para pelanggan Anda tahu berapa banyak yang bisa mereka hemat dengan gratis ongkir tersebut.
Ini mungkin bisa anda perlihatkan saat pelanggan Anda akan melakukan
check out dari barang yang mereka pilih, karena kebanyakan dari
software untuk toko
online sudah menyediakan fitur untuk menghitung ongkos kirim. Buat pelanggan Anda tahu, bahwa mereka telah menghemat banyak uang ketika memilih
free ongkir.
Sumber : hot.yukbisnis.com
http://cara-buat-website.com